Advertisement

Translate (kata kerja), atau translation (kata benda), biasa disebut sebagai terjemah-(an) dalam Bahasa Indonesia. Menurut Wikipedia, translate atau translation memiliki arti proses komunikasi pemaknaan dari sumber (teks) suatu bahasa menjadi padanannya di bahasa lain.

Translate Revolusi IndustriPenerjemah selalu menghadapi resiko penggunaan idiom yang tidak tepat dari sumber bahasa dan mencari padanannya untuk bahasa lain. Karena tuntutnan dokumentasi bisnis sebagai konsekuensi revolusi industri yang dimulai pada pertengahan abad ke 18, beberapa spesialiasi translate atau translation kemudian diformalkan, dengan dukungan penuh dari sekolah dan asosiasi profesional.

Karena maraknya isu pertenagakerjaan translate atau translation ini, sejak tahun 1940-an insinyur memulai proyek translate secara otomatis (atau biasa disebut machine translation) atau terjemahan bantuan dengan komputer. Perkembangan internet telah memperluas pasar jasa translation dan telah memfasilitasi lokalisasi bahasa.

Studi terjemahan berhubungan dengan studi teori, deskripsi dan aplikasi dari terjemahan.

Translate : Asal Kata

Translate KataKata translation berasal dari bahasa Latin translatio (yang kata itu sendiri berasal dari trans- dan fero, yang jika digabungkan bermakna “untuk membawa”). Bahasa Romawi modern menggunakan kata untuk translation diturunkan dari bahasa Latin traduco yang bermakna “untuk membimbing / memimpin”. Bahasa Slovakia dan Jerman menggunakan calques sebagai sumber bahasa Latinnya. Istilah translation di Yunani kuno adalah metaphrasis, yang bermakna “menyampaikan”, yang telah menyediakan bahasa Inggris dengan metafrase – pertentangan dari parafrase.

Material terjemahan yang masuk ke tanah Arab berkembang setelah diciptakannya skrip Bahasa Arab di abad ke-5, dan mendapat kepentingan yang signifikan dengan berkembangnya Islam dan kerajaan Islam. Penerjemahan bahasa Arab awalnya fokus untuk kepentingan politik, Persia, Yunani, bahkan Cina dan material diplomatik untuk masuk ke tanah Arab. Hal ini kemudian berkembang menjadi fokus ke penerjemahan pekerjaan Yunani klasik dan Persia.

Translate : Jasa

Translate JasaPerkembangan IT di dunia, pada khususnya di Indonesia telah mengembangkan pasar jasa translation. Saat ini tidak diperlukan mengirimkan hardcopy, melainkan cukup dengan mengirimkan softcopy melalui email. Hal ini jelas menguntungkan bagi profesi penerjemah, baik yang bersertifikat maupun tidak. Cukup membuat blog atau website sederhana untuk menampung order, pesanan akan datang secara otomatis.

Secara umum, jasa terjemah ada yang menyediakan jasa tersumpah dan tidak tersumpah. Untuk keperluan akademik, seperti contohnya mendaftar ke universitas luar negeri, dokumen yang diminta biasanya harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Untuk daerah Jakarta sudah banyak yang menawarkan hal jasa ini. Namun bagi yang tinggal di pedalaman tidak perlu khawatir, jasa online-nya juga sudah banyak.

Yang menjadi kesulitan tim penerjemah biasanya jika mereka diminta untuk menerjemahkan teks hukum atau legal. Hal ini dikarenakan teks hukum itu memang memiliki 4 karakter: (1) kata-katanya panjang, (2) tidak jelas, (3) angkuh, (4) kabur. Simak kutipan dari Richard C. Wydick, seorang Professor of Law Emeritus,

Translate PengacaraWe lawyers cannot write plain English. We use eight words to say what could be said in two. We use old, arcane phrases to express commonplace ideas. Seeking to be precise, we become redundant. Seeking to be cautious, we become verbose. Our sentences twist on, phrase within clause, clause within clause, glazing the eyes and numbing the minds of our readers. The result is a writing style that has, according to one critic, four outstanding characteristics. It is: (1) wordy, (2) unclear, (3) pompous and (4) dull

Jadi memang pekerjaan profesi ini tidaklah mudah, namun bagi Anda yang tertarik, pilihan Anda sudah tepat karena pasarnya yang sedang berkembang!

Advertisement

Leave a Reply